Metode Pembelajaran
Pendekatan Belajar Mengajar
Filosofi BoA sejalan dengan filosofi Universitas Udayana yaitu Taki-mengambil Sewaka Guna Widya, yang artinya orang yang menuntut ilmu harus mengejar ilmu dan kebajikan. Filosofi Universitas Udayana juga diimplementasikan dalam standar pendidikan BoA, khususnya pada standar kompetensi lulusan (ELO) yang tidak hanya mencakup ranah pengetahuan dan keterampilan tetapi juga ranah sikap. Kompetensi sikap ini mencerminkan sikap lulusan yang tercermin dalam formulasi ELO 1 dan ELO 2. Setiap mata kuliah wajib mengakomodir tiga rumusan ELO, yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Selain disosialisasikan kepada dosen dan mahasiswa, filosofi pendidikan juga dikomunikasikan kepada alumni dan masyarakat melalui kegiatan seremonial wisuda, temu alumni, ACF (Pembentukan Kader Agribisnis), dan pengabdian masyarakat.
Proses pembelajaran di BoA menggunakan pendekatan SCL (student centered learning) dengan menerapkan beberapa metode pembelajaran, antara lain metode kasus, proyek berbasis tim, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, dll. Setiap mata kuliah di prodi ini adalah 30% metode kasus atau pembelajaran berbasis proyek dan 70% teori.
Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi (SGD), dan setiap kelompok diskusi diberikan tugas mandiri dan terstruktur. Dosen bertindak sebagai fasilitator dengan menyajikan kuliah pengantar untuk sebagian kecil dari waktu yang tersedia, dan kemudian lebih banyak waktu disediakan untuk kegiatan belajar mahasiswa. Beberapa mata kuliah yang menerapkan sistem pembelajaran metode kasus dan pembelajaran berbasis proyek juga menggunakan Online Academic Service for Elearning (OASE) sebagai learning management system untuk melaksanakan pembelajaran asinkron secara virtual, misalnya Mata Kuliah Pascapanen dan Agroindustri.
Setiap mata kuliah memiliki beban belajar tertentu; misalnya mata kuliah dengan beban belajar 3 sks memiliki komposisi 2:1 (2 sks teori dan 1 sks praktikum). Untuk mata kuliah ini, proses SCL meliputi 2 x 50 menit kuliah pengantar dan diskusi di kelas, 2 x 60 menit tugas mandiri, dan 2 x 60 menit tugas terstruktur dari dosen. Selanjutnya 1 SKS praktikum 170 menit per minggu per semester. Seorang siswa tidak hanya memanfaatkan waktu belajar di kelas tetapi juga menyediakan lebih banyak waktu untuk belajar mandiri dan mengerjakan tugas-tugas terstruktur di luar kelas untuk meningkatkan penalaran dan berpikir kritis. Dengan pemberian tugas terstruktur oleh dosen tentang topik tertentu kepada setiap kelompok melalui penyusunan power point kelompok akan mendorong terjadinya diskusi dan pembelajaran kooperatif dan kolaboratif.
BoA merangkum ide-ide baru, pemikiran kreatif, inovasi, dan pola pikir kewirausahaan yang diadopsi mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang rutin diadakan setiap tahun. Ada lima jenis bidang PKM yang ditawarkan kepada mahasiswa yaitu PKM-P (penelitian), PKM-K (kewirausahaan), PKM-KC (inisiatif kreatif), PKM-T (teknologi), dan PKM-M (pengabdian masyarakat). PKM-K merupakan bidang PKM yang paling diminati BoA. Kegiatan PKM akan menghasilkan proposal yang akan dibawa ke tingkat fakultas, universitas, dan nasional, dengan bukti penghargaan untuk kegiatan kemahasiswaan.
TPPMP bertugas melaksanakan siklus sistem penjaminan mutu internal di tingkat program studi. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan perbaikan. Pada tahap perencanaan, TPPMP menyiapkan dokumen SPMI (kebijakan, manual, standar, dan formulir) pedoman akademik, kurikulum, dan laporan monitoring evaluasi pembelajaran. TPPMP melakukan evaluasi, memfasilitasi audit mutu internal, dan memfasilitasi evaluasi dari pihak eksternal, seperti BAN-PT. Setiap semester, TPPMP mengkaji setiap kegiatan pembelajaran untuk kemudian dievaluasi. Hasil evaluasi ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi.



FAKULTAS PERTANIAN